Posts

Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini

Image
 JAKARTA - Banyak orang yang bingung terhadap penyakit batu empedu. Karena letak lambung dan kantong empedu berdekatan, yakni di ulu hati, maka bila salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya hampir sama seperti penyakit maag. Untuk itu, kita harus mengenali bagaimana penyakit ini. Dokter Penyakit Dalam Subspesialis Gastro Entero Hepatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat Dr Suwito Indra SpPD-KGEH FINASIM mengatakan batu empedu merupakan partikel keras yang berkembang di dalam kandung empedu ataupun saluran empedu. Sebagai gambaran, di Asia ini kasus batu empedu berkisar antara 4,35% – 10,7%. Di Indonesia, penyakit ini lebih banyak disebabkan batu kolesterol yang timbul karena pola makan yang tinggi lemak dan gaya hidup. “Garam empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak dan kolesterol, ketika jumlah kolesterol lebih tinggi daripada garam empedu, akhirnya menyebabkan kandung empedu jenuh,” ucap dr Suwito. Ia menjelaskan, kejenuhan batu empedu tersebut karena adanya protei...

Ternyata Tidur Bisa Cegah Alzheimer

Image
 JAKARTA - Tidur bukan hanya ritual memejamkan mata demi melepas lelah atau mengikuti rutinitas. Faktanya, tidur bermanfaat mencegah penyakit seperti Alzheimer. Penelitian dari Boston University menggambarkan bahwa otak terlibat dalam “pembersihan” selagi kita tertidur. Proses ini ternyata bermanfaat dalam mencegah penyakit seperti demensia. Penelitian ini menyempurnakan penelitian sebelumnya, di mana ditegaskan bahwa otak bekerja lebih baik saat tubuh beristirahat.  Proses ini melibatkan sistem glymphatic, yaitu sistem pembersihan untuk sistem saraf pusat kita. Ketika terbangun, protein yang disebut amyloid-betas menumpuk di otak. Tetapi selama jam tidur, otak meluluhkan protein ini guna mencegah terbentuknya plak dan akirnya merusak saraf. Tanpa tidur yang cukup, otak tidak akan efektif membersihkan protein ini. Nah, penumpukan protein ini berhubungan dengan tingginya risiko terkena demensia yang dapat merusak saraf. Terkait hal ini, Dr Alon Y Avidan MPH menjelaskan, selagi ...

Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini

Image
 JAKARTA - Banyak orang yang bingung terhadap penyakit batu empedu. Karena letak lambung dan kantong empedu berdekatan, yakni di ulu hati, maka bila salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya hampir sama seperti penyakit maag. Untuk itu, kita harus mengenali bagaimana penyakit ini. Dokter Penyakit Dalam Subspesialis Gastro Entero Hepatologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat Dr Suwito Indra SpPD-KGEH FINASIM mengatakan batu empedu merupakan partikel keras yang berkembang di dalam kandung empedu ataupun saluran empedu.  Sebagai gambaran, di Asia ini kasus batu empedu berkisar antara 4,35% – 10,7%. Di Indonesia, penyakit ini lebih banyak disebabkan batu kolesterol yang timbul karena pola makan yang tinggi lemak dan gaya hidup. “Garam empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak dan kolesterol, ketika jumlah kolesterol lebih tinggi daripada garam empedu, akhirnya menyebabkan kandung empedu jenuh,” ucap dr Suwito. Ia menjelaskan, kejenuhan batu empedu tersebut karena adanya ...

Studi: Hormon Cinta Oksitosin Dapat Redakan Masalah Pencernaan

Image
 JAKARTA - Hormon dalam tubuh memainkan peran penting dalam berbagai fungsi tubuh, baik secara langsung maupun tidak. Keadaan fisik dan mental juga dapat memengaruhi produksi serta penggunaan hormon tersebut, yang menyebabkan naik atau turunnya efisiensi fungsi tubuh. Misalnya ketika sangat stres, tubuh mengalami kondisi kesehatan tertentu seperti masalah pencernaan, tidak ada energi, dan lain-lain. Sebuah studi baru memperkuat fakta tersebut karena menemukan bahwa hormon cinta, yang secara ilmiah dikenal sebagai oksitosin, dapat memainkan peran penting dalam gejala pencernaan, terutama yang terkait dengan stres. Ini termasuk kembung, diare, dan mual. Studi ini dipublikasikan di Journal of Physiology.  Menurut penelitian, seperti dikutip dari laman Times Now News pada Senin (7/9), stres dapat mengganggu fungsi pencernaan serta menyebabkan penundaan pengosongan lambung, istilah yang digunakan untuk menggambarkan seberapa cepat makanan meninggalkan perut. Penundaan ini dapat men...

Orang Dewasa Pun Butuh Vaksin

Image
 JAKARTA - Vaksin pelengkap atau nonwajib dalam penyebutan vaksin tidak lagi dipakai. Semua vaksin yang tercantum dalam panduan imunisasi anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak. Adapun yang selama ini kerap disebut vaksin pelengkap adalah vaksin yang disubsidi atau yang diproduksi oleh Biofarma alias tidak impor. Harganya cenderung murah, bahkan gratis jika didapatkan dari instansi pemerintah seperti puskesmas, posyandu, atau rumah sakit milik pemerintah. Begitu juga dengan vaksin dewasa yang sudah setujui oleh Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Beberapa vaksin tersebut diyakini dapat mencegah penyakit yang sekarang semakin banyak jumlah kasusnya. Tafdhila Rahmaniah yang juga pemilik Rumah Vaksinasi Bogor menjelaskan, beberapa vaksin yang sudah diberikan sewaktu anak-anak harus diperbaharui saat dewasa. (Baca: DPR Pertanyakan Standar Ganda BPOM Terhadap Obat Buatan Unair) "Vaksin dewasa yang paling dikenal masyarakat ada...